Artikel Terbaru

Lihat Semua →
Memuat artikel...

News

Wisata

Post Page Advertisement [Top]

FMPP ( News ) 

Beton U-ditch yang digunakan dalam pekerjaan Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Kumisik di Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, tampak tidak memiliki cap atau emboss pabrikan. Material pracetak berukuran besar tersebut terpantau telah terpasang di sepanjang jalur pekerjaan yang membelah kawasan hutan jati Balapulang.

Proyek rehabilitasi irigasi yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali-Juana itu diketahui memiliki nilai pekerjaan lebih dari Rp64 miliar. 

Baca Juga : https://formpp.blogspot.com/2026/08/tebar-30-ribu-benih-ikan-kepedulian.html

Berdasarkan pantauan di lokasi, para pekerja tengah memasang U-ditch berukuran sekitar 120 sentimeter. Sejumlah material beton pracetak telah tersusun rapi membentuk saluran irigasi sepanjang jalur pekerjaan.

Namun, pada material U-ditch yang terpasang tersebut tidak terlihat adanya cap, tanda identitas, maupun emboss yang menunjukkan nama atau identitas produsen.

Pelaksana Lapangan PT Indo Raya Kabanteng, Chandra, membenarkan kondisi tersebut ketika dikonfirmasi di lokasi proyek, Jumat (4/9/2026).

“Untuk U-ditch memang tidak ada cap atau emboss dari pabrikannya, namun mutu beton tersebut karakteristik K350,” ujar Chandra.

Ketika ditanya mengenai asal pabrik yang memproduksi U-ditch tersebut, Chandra mengaku belum mengetahui secara pasti.

“Saya kurang tahu pabrik U-ditch ini dari mana,” katanya.

Menurut Chandra, pemasangan U-ditch sepanjang sekitar 1.500 meter tersebut saat ini telah mencapai progres sekitar 60 persen.

Ia juga mengakui terdapat sejumlah material beton pracetak yang mengalami kerusakan atau cacat selama proses pemasangan. Menurutnya, material tersebut akan diperbaiki oleh pihak pelaksana.

“Pasti saat pemasangan ada saja yang rusak, nanti akan ada repair (perbaikan),” tegasnya.

Klarifikasi Asal Material

Keterangan berbeda disampaikan Koordinator Pelaksana PT Indo Raya Kabanteng, Apin. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (7/9/2026), Apin menjelaskan bahwa U-ditch yang digunakan dalam proyek Rehabilitasi DI Kumisik diproduksi oleh Beton Elemindo Perkasa (BEP) Bandung, Jawa Barat.

Apin juga menegaskan bahwa proses pengecekan terhadap material maupun prosedur administrasi proyek telah dilakukan sesuai ketentuan.

“Kunjungan ke pabrik dan lain-lain oleh pihak direksi serta konsultan sudah ditempuh. Silakan nanti barangkali izin dari pimpinan secara administrasi bisa dilihat,” pungkas Apin. 

Baca Juga : https://formpp.blogspot.com/2026/08/gerak-jalan-kreasi-semarakkan-hut-ri-di.html

Proyek Rehabilitasi DI Kumisik tersebut dilaksanakan di bawah Satuan Kerja SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air Pemali-Juana. Pekerjaan tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan sistem pengairan di wilayah Kabupaten Tegal.

Meski pihak pelaksana menyatakan material memenuhi karakteristik mutu beton K350 dan proses pemeriksaan telah dilakukan, keberadaan U-ditch tanpa identitas atau emboss pabrikan tetap menjadi bagian penting yang perlu dijelaskan secara terbuka, khususnya terkait asal-usul material, spesifikasi teknis, dokumen pengujian mutu, serta kesesuaiannya dengan persyaratan kontrak pekerjaan. (***) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]